Halsel, Lp- Aksi warga Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terkait lampu yang sudah dua pekan kemarin tidak menerangi masyarakat itu akhirnya disikapi oleh aktivis muda, Sefnat Tagaku.
Menurut Sefnat, aksi warga Kawasi yang menuntut penerangan kepada PT. Harita Group hingga memboikot aktivitas perusahan adalah salah sasaran. Sebab baginya, tugas untuk mensejahterakan masyarakat itu ada di Pemerintah bukan perusahaan.
"Memang benar, bahwa perusahaan harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat melalui program CSR, tapi tidak dengan hal-hal yang menyangkut dengan infrastruktur, seperti; penerangan. Karena itu adalah tugas pemerintah", ucap Sefnat, Rabu (19/03/2025).
Lanjut Sefnat, "Secara umum amanat konstitusi kita jelas, bahwa pemerintah bertugas mensejahterakan rakyatnya. Jadi pihak perusahaan bertanggung jawab memenuhi kewajibannya, dari kewajiban perusahaan itu lalu dipakai untuk kebutuhan masyarakat, khususnya warga lingkar tambang", jelasnya.
Aktivis muda Maluku Utara itu pun menyayangkan sikap pemerintah daerah yang tidak peduli dengan masyarakat lingkar tambang selama ini. Baginya, Kawasi yang menjadi pusat kontribusi besar penunjang ekonomi di Halsel sebenarnya sudah tuntas soal pembangunan.
"Ini kan karena ketidakpedulian Pemerintah terhadap warga Obi secara umum dan khususnya warga Kawasi. Kalau pemerintah peduli, jalan dan persoalan penerangan sudah harus tuntas. Kan Obi menjadi pendongkrak ekonomi di Halsel. Kenapa Pemerintah tutup mata?", tanya Sefnat dengan nada kesal.
Dia lantas mempertanyakan kegunaan dana dari hasil pembayaran pajak daerah yang menurut konstitusi diperuntukkan untuk membiayai kebutuhan daerah itu dipakai untuk apa?
"Selain membayar PPN, PPH, PBB, kan Harita juga membayar pajak daerah untuk kebutuhan pembangunan di daerah, dana itu dipakai untuk apa? Mengapa jalan dan penerangan di Pulau Obi saja tidak pernah tuntas selama ini. Ini kejahatan Pemerintah", ungkap Sefnat dengan lantang.
Sementara itu, kata Sefnat, bahwa faktor terjadinya kegelapan di desa Kawasi bermula dari peristiwa kebakaran kemarin yang ikut menghanguskan alat penerangan (genset) yang diadakan oleh PT. Harita Group sebelumnya.
Kebakaran ini pun bersumber dari seorang pengusaha di desa Kawasi yang diduga menjadi dalang penyebab sebagian warga Kawasi tidak mau dipindahkan ke Ecovillage, sehingga ini murni bukan kesalahan Harita.
Jadi menurut Sefnat, sebenarnya pihak Harita Group sangat peduli dengan berbagai fasilitas di desa Kawasi. Dari alat penerangan sebelumnya yang sudah terbakar, hingga menyiapkan Ecovillage untuk masyarakat yang lebih baik.
Bahkan, Sefnat mengatakan bahwa setelah peristiwa kebakaran itu dan menghanguskan genset desa, Harita tetap bertekad baik untuk membantu meskipun ini adalah tanggung jawab pemerintah bukan Perusahaan.
"Jadi, saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Perusahaan, terkait kegelapan di desa Kawasi, sementara dibantu tapi masih proses. Alatnya sudah tiba di desa Kawasi, jadi ditunggu saja. Ini untuk kebutuhan jangka pendeknya. Jangka panjangnya, harus disuarakan ke pemerintah", tutup Sefnat. (red)